Oleh: Ki. Wakijan
(Ketua Yayasan Perguruan Tamansiswa Gunungkidul)

Manusia tidak diciptakan untuk hidup tanpa tujuan. Allah SWT menegaskan:
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”
(QS. Adz-Dzariyat: 56)

Sejak kalimat syahadat terucap dari lisan kita, sejak saat itu pula kita memikul amanah seumur hidup, yaitu istiqomah dalam menaati Allah SWT.

Istiqomah berarti tetap teguh, lurus, dan terus berjalan di atas jalan yang diridhai Allah. Bukan semangat di awal, kemudian melemah di tengah, lalu berhenti sebelum akhir. Justru nilai seorang mukmin terletak pada kemampuannya menjaga konsistensi dalam ketaatan hingga akhir hayat.

Allah SWT berfirman:
Maka tetaplah engkau (Muhammad) berada di jalan yang benar sebagaimana diperintahkan kepadamu.”(QS. Hud: 112).

Rasulullah SAW juga bersabda:
Katakanlah, ‘Aku beriman kepada Allah,’ kemudian beristiqomahlah.” (HR. Muslim)

Kalimat yang singkat, tetapi mengandung tuntunan hidup yang sangat luas. Keimanan harus dibuktikan dengan keteguhan dalam menjalankan ajaran agama.
Lalu, bagaimana agar istiqomah tetap terjaga, terutama dalam aspek akidah, ibadah, dan muamalah?

Pertama, Istiqomah dalam Akidah: Menguatkan Tauhid

Tauhid merupakan fondasi utama kehidupan seorang muslim. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami ialah Allah,’ kemudian mereka meneguhkan pendiriannya, maka malaikat akan turun kepada mereka…” (QS. Fussilat: 30)

Keteguhan akidah akan diuji ketika kehidupan berada dalam kesempitan; saat rezeki terasa sempit, ketika sakit menimpa, atau saat fitnah datang silih berganti. Orang yang kokoh tauhidnya akan tetap bersandar hanya kepada Allah, karena ia yakin terhadap firman-Nya:
“Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada seorang pun yang dapat mengalahkan kamu.” (QS. Ali Imran: 160).

Karena itu, marilah kita memperbanyak doa yang sering dipanjatkan Rasulullah SAW:
“Yā Muqallibal qulūb, tsabbit qalbī ‘alā dīnik.”
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.”

Kedua, Istiqomah dalam Ibadah: Rutin Walaupun Sedikit

Allah tidak hanya mencintai amalan yang besar, tetapi juga amalan yang dilakukan secara terus-menerus. Rasulullah SAW bersabda:
Amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dikerjakan secara terus-menerus walaupun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mulailah dengan menjaga shalat fardu di awal waktu, mempertahankan wudhu, serta membiasakan membaca Al-Qur’an setiap hari, meskipun hanya satu halaman atau sepuluh ayat.

Jangan menunggu menjadi sempurna untuk mulai beribadah. Sebab, salah satu tipu daya setan adalah membisikkan kata, “Nanti saja.” Padahal kesempatan hidup tidak pernah ada jaminannya.

Ketiga, Istiqomah dalam Muamalah: Memperbaiki Akhlak

Keimanan yang benar akan tercermin dalam akhlak yang mulia. Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad)

Istiqomah dalam muamalah berarti tetap jujur meskipun merugikan diri sendiri, amanah meski tidak ada yang mengawasi, bersikap lembut kepada keluarga, menghormati sesama, dan senantiasa berbakti kepada kedua orang tua. Allah SWT berfirman:
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua…” (QS. An-Nisa: 36)

Jangan sampai ibadah kita tampak baik, tetapi akhlak justru melukai orang lain. Shalat yang rajin namun masih gemar menipu, puasa yang rutin tetapi lisan masih dipenuhi ghibah, adalah peringatan agar kita terus memperbaiki diri.

Pada hakikatnya, istiqomah bukan berarti tidak pernah jatuh dalam kesalahan. Istiqomah adalah kesediaan untuk segera bangkit setiap kali terjatuh, bertaubat, dan kembali kepada jalan Allah SWT.

Sebab Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang senantiasa kembali kepada-Nya dengan penuh penyesalan dan harapan.

Semoga Allah SWT mengaruniakan kepada kita hati yang teguh dalam keimanan, lisan yang senantiasa berdzikir, amal yang terus bertambah, serta mewafatkan kita dalam keadaan husnul khatimah, istiqomah dalam ketaatan hingga akhir kehidupan.
Aamiin Yaa Rabbal ‘Alamiin

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *