JAKARTA — Kepedulian dan solidaritas terhadap korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus mengalir dari berbagai daerah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan turut mengirimkan bantuan untuk mendukung penanganan bencana yang telah menimbulkan puluhan korban jiwa.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemprov DKI Jakarta telah mengirimkan tenaga kesehatan ke NTT untuk membantu menangani para korban gempa.

“Kemarin kami sudah mempersiapkan dan sudah mengirimkan tenaga kesehatan yang diberangkatkan ke NTT,” kata Pramono Anung, Senin (17/8/2026).

Selain mengirimkan tenaga kesehatan, Pemprov DKI Jakarta juga menggalang bantuan dari aparatur sipil negara (ASN). Dari penggalangan tersebut, dana bantuan yang terkumpul mencapai sekitar Rp3,8 miliar.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak, sekaligus memperkuat penanganan darurat di wilayah-wilayah yang mengalami kerusakan akibat gempa.

1.598 Gempa Susulan
Sementara itu, aktivitas kegempaan di wilayah NTT masih terus terjadi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 1.598 gempa susulan hingga Senin (17/8/2026) pagi.

Kepala BMKG Faisal Fathani mengatakan gempa susulan tersebut memiliki magnitudo yang beragam. Gempa terbesar tercatat mencapai magnitudo 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1,3.

“Sampai dengan jam 7 WIB pagi ini telah mencatat 1.598 gempa susulan, magnitudo terbesar adalah 6,2 magnitudo, yang terkecil 1,3 dan yang dirasakan kira-kira 54 gempa,” kata Faisal, Senin (17/8/2026).

Tingginya jumlah gempa susulan membuat masyarakat dan petugas di lapangan harus tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap kemungkinan terjadinya kerusakan lanjutan pada bangunan yang sebelumnya telah terdampak.

53 Orang Meninggal Dunia
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa NTT mencapai 53 orang, sementara 135 orang mengalami luka-luka.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa korban meninggal tersebar di sejumlah kabupaten.

“Total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia dengan rincian Kabupaten Manggarai Barat satu jiwa, Kabupaten Manggarai Timur 20 jiwa, Kabupaten Manggarai 25 jiwa, Nagekeo 1 jiwa, Sikka 4 jiwa dan Ende 2 jiwa,” kata Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu (16/8/2026).

Data tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal dunia terbanyak.

Sulawesi Selatan Salurkan Rp500 Juta
Solidaritas juga datang dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman menunjukkan kepeduliannya dengan mengalokasikan bantuan keuangan tanggap bencana sebesar Rp500 juta melalui APBD Pemprov Sulawesi Selatan.

Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung penanganan dan pemulihan masyarakat NTT yang terdampak gempa.
Selain bantuan dana, Pemprov Sulawesi Selatan juga menyiapkan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta tenaga kesehatan untuk dikirimkan ke NTT.

Langkah DKI Jakarta dan Sulawesi Selatan tersebut menjadi bentuk solidaritas antardaerah dalam menghadapi bencana. Di tengah masih berlangsungnya gempa susulan dan kebutuhan penanganan korban yang besar, dukungan berupa tenaga kesehatan, bantuan dana, serta kebutuhan logistik menjadi sangat penting untuk mempercepat penanganan darurat dan pemulihan masyarakat NTT

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *