Kylian Mbappé mencetak gol kedelapannya di Piala Dunia ini untuk menebus kegagalan penaltinya, sekaligus membawa Prancis mengalahkan Maroko 2-0 dan melaju ke babak semifinal.

Mbappé sebenarnya memiliki kesempatan membawa Prancis unggul lebih cepat setelah memperoleh hadiah penalti pada babak pertama akibat dilanggar bek Manchester United, Noussair Mazraoui. Namun, tendangan penaltinya yang kurang bertenaga berhasil diamankan dengan mudah oleh kiper Maroko, Yassine Bounou.

Penyerang Real Madrid itu akhirnya menebus kesalahannya pada menit ke-60. Melalui tendangan melengkung yang indah dari tepi kotak penalti, Mbappé sukses membobol gawang Bounou dan membawa Prancis unggul 1-0.

Keunggulan Les Bleus bertambah enam menit kemudian. Ousmane Dembélé melakukan penetrasi ke lini pertahanan Maroko sebelum melepaskan tendangan mendatar yang tetap masuk ke gawang meski sempat mengenai tangan Bounou.

Gol tersebut menjadi gol kedelapan Mbappé di Piala Dunia kali ini, menyamai koleksi Lionel Messi. Namun, Mbappé kini memimpin perburuan Sepatu Emas (Golden Boot) karena memiliki jumlah assist lebih banyak dibanding mantan rekan setimnya di Paris Saint-Germain tersebut.

Persaingan keduanya juga semakin menarik dalam perebutan status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia. Mbappé yang baru berusia 27 tahun kini telah mengoleksi 20 gol, hanya terpaut satu gol dari rekor Lionel Messi yang telah mencetak 21 gol di usia 39 tahun.

Juara dunia dua kali, Prancis, yang kalah dari Argentina melalui adu penalti pada final Piala Dunia 2022, selanjutnya akan menghadapi pemenang laga Spanyol melawan Belgia di babak semifinal yang digelar di Dallas.

Prancis Kembali Menunjukkan Status Sebagai Favorit Juara
Prancis pernah menjuarai Piala Dunia pada tahun 1998 dan 2018. Banyak pengamat meyakini pasukan Didier Deschamps kembali menjadi kandidat terkuat untuk mengangkat trofi pada 19 Juli mendatang.

Sebelum laga perempat final ini, mantan penyerang Inggris Ian Wright bahkan menyebut Prancis sebagai “salah satu tim favorit paling meyakinkan yang pernah saya lihat di sebuah Piala Dunia.”

Pertandingan melawan Maroko, yang merupakan ulangan semifinal Piala Dunia 2022 dan juga dimenangkan Prancis dengan skor 2-0, diperkirakan menjadi ujian terberat mereka sejauh ini.

Namun kenyataannya, Maroko yang menempati peringkat ketujuh dunia gagal memberikan ancaman berarti. Mereka hanya mampu melepaskan satu tembakan tepat sasaran sepanjang pertandingan, itu pun baru terjadi pada menit ke-83 ketika sudah tertinggal dua gol. Secara keseluruhan, Maroko hanya mencatat lima percobaan, dengan empat di antaranya melenceng dari sasaran.

Sejak awal pertandingan, Prancis langsung menunjukkan dominasinya. Mbappé lebih dulu mengancam melalui tendangan jarak jauh yang ditepis Bounou. Tak lama kemudian, Bounou kembali melakukan penyelamatan gemilang dengan menggagalkan sundulan Dayot Upamecano hasil situasi sepak pojok.

Ousmane Dembélé dan Adrien Rabiot juga sempat membuang peluang emas sebelum Prancis memperoleh hadiah penalti.

Eksekusi penalti Mbappé sempat tertunda lebih dari tiga menit karena wasit menunggu konfirmasi VAR mengenai pelanggaran terhadap Mazraoui. Setelah mendapat lampu hijau, Mbappé melakukan ancang-ancang khasnya, namun tendangan rendahnya ke sisi kanan gawang berhasil dibaca dan diamankan oleh Bounou.

Meski gagal mencetak gol dari titik putih, Prancis tetap menguasai jalannya pertandingan. Désiré Doué memaksa Bounou kembali melakukan penyelamatan, sementara tendangan jarak jauh Lucas Digne membentur mistar gawang setelah kemungkinan sempat disentuh ujung jari sang kiper.

Dominasi Prancis akhirnya berbuah dua gol dalam waktu singkat yang memastikan kemenangan mereka.

Satu-satunya kekhawatiran bagi Prancis muncul ketika Mbappé ditarik keluar pada menit ke-77 dan terlihat mengompres pergelangan kaki kanannya dengan es setelah digantikan Jean-Philippe Mateta.

Namun kekhawatiran itu segera sirna. Seusai pertandingan, Mbappé tampak melompat-lompat bersama rekan-rekannya saat merayakan kemenangan, menandakan cederanya tidak serius.

Dengan kemenangan ini, Prancis meraih kemenangan keenam secara beruntun di Piala Dunia dan semakin menegaskan status mereka sebagai tim yang paling layak dijagokan.

Selain memiliki salah satu pencetak gol terbanyak melalui Mbappé, Les Bleus juga menjadi tim paling produktif di turnamen dengan koleksi 16 gol dari enam pertandingan.

Hingga babak semifinal, Prancis masih menjadi tim yang paling sulit dikalahkan dan tetap menjadi kandidat terkuat untuk meraih gelar juara Piala Dunia.(https://bbc.in/4f8NQAm)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *