Charles De Ketelaere mencetak dua gol saat Belgia menyingkirkan Amerika Serikat, sekaligus memastikan seluruh tuan rumah bersama Piala Dunia tersingkir dari turnamen.
Amerika Serikat tampil jauh di bawah harapan dalam pertandingan ini. Penyerang andalan mereka, Folarin Balogun, masuk dalam susunan pemain utama setelah Presiden Donald Trump meminta FIFA meninjau kembali hukuman larangan bermain yang diterimanya akibat kartu merah pada babak sebelumnya.
FIFA kemudian memutuskan untuk menangguhkan hukuman larangan bermain otomatis selama satu pertandingan selama 12 bulan. Namun, pencetak tiga gol bagi Amerika Serikat di turnamen ini tetap kesulitan menunjukkan pengaruhnya karena Belgia tampil sangat dominan sepanjang laga.
Belgia membuka keunggulan pada menit ke-9. Umpan silang mendatar Nicolas Raskin di depan gawang berhasil disambar Charles De Ketelaere untuk mengubah skor menjadi 1-0.
Amerika Serikat menyamakan kedudukan pada menit ke-31 melalui tendangan bebas Malik Tillman yang berubah arah setelah mengenai Hans Vanaken, sehingga mengecoh kiper Belgia.
Namun keunggulan tuan rumah hanya bertahan dua menit. Belgia kembali memimpin 2-1 lewat sundulan De Ketelaere yang memanfaatkan umpan silang Leandro Trossard.
Pada babak kedua, Belgia memperoleh hadiah gol ketiga setelah De Ketelaere berhasil merebut bola dari kiper Amerika Serikat, Matt Freese, yang ragu-ragu dalam menguasai bola. Hans Vanaken kemudian melepaskan tendangan mendatar dari luar kotak penalti yang bersarang di sudut bawah gawang.
Gol penutup lahir pada masa injury time, tepatnya menit ke-93. Romelu Lukaku yang masuk sebagai pemain pengganti mencetak gol keempat Belgia melalui tembakan mendatar dari sudut sempit ke tiang jauh.
Kemenangan 4-1 ini membawa Belgia melaju ke perempat final untuk menghadapi Spanyol di Los Angeles pada Jumat mendatang, setelah juara Eropa tersebut sebelumnya mengalahkan Portugal dengan skor 1-0.
Amerika Serikat menjadi tuan rumah terakhir yang tersingkir dari turnamen, setelah Meksiko lebih dulu dikalahkan Inggris dan Kanada disingkirkan Maroko.
Tim asuhan Mauricio Pochettino sebenarnya berharap bisa mencapai perempat final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2002. Namun, mereka tampil mengecewakan dalam laga terbesar sepak bola putra Amerika Serikat dalam satu generasi terakhir.
Kontroversi Balogun
Persiapan pertandingan sempat diwarnai kontroversi setelah FIFA memutuskan menangguhkan hukuman larangan bermain Folarin Balogun.
Penyerang berusia 25 tahun itu sebelumnya dipastikan absen setelah menerima kartu merah langsung akibat pelanggaran terhadap bek Bosnia-Herzegovina, Tarik Muharemovic, pada babak sebelumnya.
Namun pada Minggu, FIFA mengumumkan penangguhan hukuman tersebut selama 12 bulan. Keputusan itu menuai kritik luas.
Presiden Donald Trump mengatakan pada Senin, sebelum pertandingan dimulai, bahwa dirinya meminta FIFA meninjau ulang hukuman Balogun karena menganggap absennya sang penyerang akan menjadi “noda besar” bagi turnamen.
Meski akhirnya bisa bermain, Balogun gagal menambah koleksi tiga golnya di Piala Dunia. Peluang terbaiknya terjadi pada 10 menit terakhir pertandingan, tetapi tembakannya dari sudut sempit berhasil digagalkan dengan gemilang oleh kiper Belgia, Thibaut Courtois.
Di bawah tekanan Belgia, Amerika Serikat kesulitan menciptakan peluang-peluang berbahaya. Kekalahan ini juga membuat mereka kembali tersingkir di babak 16 besar untuk keempat kalinya dalam lima edisi Piala Dunia terakhir.
De Ketelaere Bersinar, Belgia Menuai Hasil dari Regenerasi
Untuk keempat kalinya di Piala Dunia ini, pelatih Belgia Rudi Garcia memilih memainkan Charles De Ketelaere sebagai starter, mengungguli pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Belgia, Romelu Lukaku.
Keputusan tersebut terbukti tepat. Penyerang Atalanta berusia 25 tahun yang sebelumnya belum mencetak gol di turnamen ini tampil luar biasa dengan memborong dua gol. Pergerakan tanpa bolanya yang cerdas membuat para pemain bertahan Amerika Serikat kesulitan mengawalnya.
Meski memulai laga dari bangku cadangan, Romelu Lukaku tetap mencatat sejarah. Golnya pada menit ke-93 menjadikannya pemain pengganti pertama yang mampu mencetak tiga gol dalam satu edisi Piala Dunia.
Rudi Garcia juga membuat keputusan berani dengan mencadangkan Kevin De Bruyne, meskipun gelandang veteran Napoli tersebut selalu menjadi starter dalam 37 pertandingan terakhir Belgia.
Kemenangan atas Amerika Serikat memastikan Belgia berhasil mencapai sedikitnya babak perempat final dalam tiga dari empat edisi Piala Dunia terakhir.(https://bbc.in/4p6iWgF)
