JOGJALIMA – Tiga lembaga survei nasional merilis hasil yang berbeda mengenai tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Meski angkanya bervariasi, ketiganya menunjukkan kecenderungan yang sama, yakni terjadinya penurunan tingkat kepuasan masyarakat dibandingkan survei sebelumnya.

Survei Indonesia Political Opinion (IPO) mencatat 63 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Presiden Prabowo. Rinciannya, 6 persen merasa sangat puas dan 57 persen puas. Sementara itu, 30 persen menyatakan tidak puas, 5 persen sangat tidak puas, dan 2 persen tidak memberikan jawaban.

Direktur Eksekutif IPO, Dedi Kurnia Syah, mengatakan tingkat kepuasan tersebut memang masih berada di atas 60 persen, namun mengalami penurunan dibandingkan hasil survei IPO sebelumnya.

Hasil berbeda ditunjukkan oleh Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Lembaga ini mencatat tingkat kepuasan publik hanya 51,1 persen, jauh lebih rendah dibandingkan survei pada November 2025 yang mencapai 81,2 persen. Dengan demikian, terjadi penurunan sekitar 30,1 poin persentase.

Sementara itu, Indikator Politik Indonesia menemukan tingkat kepuasan dan ketidakpuasan publik berada dalam posisi yang hampir seimbang. Sebanyak 49,5 persen responden menyatakan sangat puas atau cukup puas terhadap kinerja Presiden. Di sisi lain, 48,8 persen mengaku kurang puas atau tidak puas sama sekali, sedangkan 1,6 persen tidak menjawab.
Jika dirinci, hanya 5,5 persen responden yang menyatakan sangat puas, sedangkan 8,1 persen menyatakan tidak puas sama sekali.

Perbedaan Angka, Satu Tren
Perbedaan hasil di antara ketiga lembaga survei bukanlah hal yang tidak lazim. Masing-masing lembaga memiliki metodologi, waktu pelaksanaan, teknik pengambilan sampel, dan formulasi pertanyaan yang berbeda. Faktor-faktor tersebut dapat menghasilkan angka yang tidak sama.

Namun, jika dicermati lebih dalam, ketiga survei memiliki benang merah yang serupa. Tidak ada satu pun yang menunjukkan tren kenaikan kepuasan publik. Sebaliknya, semuanya mengindikasikan adanya penurunan dukungan dibandingkan periode sebelumnya.

Tantangan Pemerintah
Penurunan tingkat kepuasan publik dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor. Namun, survei-survei tersebut tidak secara langsung menjelaskan penyebabnya sehingga tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan angka kepuasan.

Dalam beberapa bulan terakhir, isu-isu seperti daya beli masyarakat, harga kebutuhan pokok, kesempatan kerja, efektivitas program sosial, hingga persepsi terhadap kinerja pemerintah menjadi perhatian publik. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi penilaian masyarakat, meskipun besarnya pengaruh masing-masing memerlukan penelitian tersendiri.

Bagi pemerintah, hasil survei ini dapat menjadi bahan evaluasi terhadap pelaksanaan berbagai kebijakan. Di sisi lain, tingkat kepuasan yang masih berada di kisaran 50–60 persen juga menunjukkan bahwa pemerintah masih memiliki tingkat kepercayaan yang relatif signifikan dari sebagian masyarakat.

Menjadi Bahan Evaluasi
Survei opini publik pada dasarnya merupakan potret persepsi masyarakat pada waktu tertentu. Hasilnya bukanlah penilaian akhir terhadap kinerja pemerintahan, tetapi dapat menjadi indikator awal untuk membaca arah opini publik.

Perbedaan angka antar lembaga tidak seharusnya dipandang sebagai pertentangan, melainkan sebagai pelengkap informasi. Yang lebih penting adalah menangkap pesan yang muncul secara konsisten, yaitu adanya kecenderungan penurunan tingkat kepuasan publik yang layak menjadi perhatian pemerintah dalam merumuskan kebijakan ke depan.

Bagi masyarakat, hasil survei juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan suatu pemerintahan pada akhirnya akan dinilai dari sejauh mana kebijakan yang diambil mampu menjawab kebutuhan nyata rakyat, terutama dalam aspek ekonomi, kesejahteraan, dan pelayanan publik.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *