Kansas City – Tim nasional Mesir mencatat sejarah dengan lolos ke babak 16 besar Piala Dunia setelah menyingkirkan Australia melalui drama adu penalti 4-2 pada Jumat. Kemenangan ini menjadi kemenangan pertama Mesir di babak gugur Piala Dunia.
Pertandingan berlangsung sengit dan berakhir imbang 1-1 hingga 120 menit. Pemenang akhirnya ditentukan melalui adu penalti, yang dimenangkan Mesir dengan skor 4-2.
Mesir membuka keunggulan pada menit ke-13 melalui sundulan spektakuler Emam Ashour. Gelandang tersebut berhasil lolos dari kawalan lini belakang Australia sebelum menyambut umpan silang akurat dari Karim Hafez dan mengarahkan bola dengan keras ke pojok kiri bawah gawang. Kiper Australia Patrick Beach tak mampu berbuat banyak menghadapi penyelesaian berkualitas tersebut.
Ashour tak mampu menyembunyikan kegembiraannya usai mencetak gol. Beberapa menit kemudian kamera kembali menyorotnya, dan ia masih terus tersenyum bangga setelah mencetak gol di laga babak gugur Piala Dunia.
Memasuki babak kedua, Omar Marmoush nyaris menggandakan keunggulan Mesir hanya beberapa saat setelah kick-off. Namun, meski sempat kembali memasukkan bola ke gawang, gol yang tercipta justru berasal dari kesalahan sendiri.
Berawal dari situasi bola mati Australia pada menit ke-55, Aiden O’Neill mengirimkan umpan ke dalam kotak penalti. Bola kemudian mengenai kepala Mohamed Hany dan berbelok masuk ke gawang sendiri tanpa mampu diantisipasi kiper Mostafa Shobeir, sehingga Australia berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Selama sekitar setengah jam berikutnya, kedua tim sama-sama memperoleh beberapa peluang, namun tidak ada yang benar-benar mampu menciptakan kesempatan emas untuk memecah kebuntuan.
Momen penyelamatan terbaik pertandingan—bahkan layak disebut sebagai salah satu yang terbaik di turnamen—terjadi dua menit menjelang waktu normal berakhir. Bek Mesir Ramy Rabia menyundul bola hasil umpan silang yang mengarah ke gawang Australia. Bola tampak akan menjadi gol kemenangan dramatis, tetapi Patrick Beach melakukan penyelamatan luar biasa dengan menepis bola ke atas mistar gawang. Tendangan sudut yang dihasilkan gagal dimanfaatkan Mesir, sehingga pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu.
Selama 30 menit babak tambahan, kedua tim tetap gagal mencetak gol sehingga pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti. Menjelang adu penalti, Australia menarik keluar Patrick Beach dan memasukkan Mathew Ryan, yang dikenal memiliki kemampuan menghadapi adu penalti.
Pada babak adu penalti, Mahmoud Saber membawa Mesir unggul 1-0 setelah sukses menaklukkan Ryan, sementara penendang pertama Australia gagal menjalankan tugasnya.
Jackson Irvine kemudian memperkecil ketertinggalan Australia dengan tendangan keras ke pojok kanan atas gawang. Ramy Rabia kembali membawa Mesir unggul, sebelum Awer Mabil sukses menjaga peluang Australia tetap hidup.
Giliran Mohamed Salah yang menjadi algojo berikutnya untuk Mesir. Sang bintang Liverpool dengan tenang mengeksekusi penalti ke tengah gawang, mengecoh Ryan dan membawa Mesir unggul 3-2 sekaligus meningkatkan tekanan bagi Australia.
Harapan Australia kemudian pupus setelah tendangan Lucas Herrington membentur mistar gawang. Kesempatan itu dimanfaatkan Mesir melalui Hossam Abdelmaguid, yang dengan tenang mengarahkan bola ke pojok kiri bawah gawang untuk memastikan kemenangan 4-2 dalam adu penalti.
Kemenangan bersejarah ini mengantarkan The Pharaohs melangkah ke babak 16 besar dan menjaga asa mereka untuk terus melaju di Piala Dunia 2026.(https://cnn.it/4vayMYY)
