Jude Bellingham kembali menjadi pahlawan Inggris. Dua golnya membawa The Three Lions bangkit dari ketertinggalan dan mengalahkan Norwegia 2-1 setelah perpanjangan waktu pada laga perempat final Piala Dunia di Miami.
Kemenangan ini membuat tim asuhan Thomas Tuchel hanya tinggal selangkah lagi menuju final Piala Dunia pertama sejak 1966.
Di babak semifinal, Inggris akan menghadapi pemenang laga antara Argentina dan Swiss.
Pertandingan berlangsung ketat di bawah cuaca Miami yang sangat panas dan lembap. Meski sempat kesulitan dan beberapa kali dinaungi keberuntungan, Inggris kembali memiliki sosok penentu dalam diri Jude Bellingham.
Norwegia lebih dulu unggul pada menit ke-36 melalui tendangan melengkung Andreas Schjelderup yang mengecoh kiper Jordan Pickford sebelum bersarang ke dalam gawang.
Namun keunggulan itu tidak bertahan lama.
Pada masa tambahan waktu babak pertama, Anthony Gordon mengirim umpan matang yang disambut Bellingham dengan kontrol sempurna sebelum menaklukkan kiper Ørjan Nyland untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Memasuki babak kedua, Thomas Tuchel melakukan dua pergantian penting. Declan Rice yang masih belum sepenuhnya pulih akibat sakit dan cedera ditarik keluar bersama Noni Madueke. Sebagai gantinya masuk Eberechi Eze dan Bukayo Saka.
Norwegia sempat kembali mengancam. Gol Torbjørn Heggem dianulir wasit setelah VAR melihat Erling Haaland melakukan dorongan terhadap Elliot Anderson dalam proses terjadinya gol. Selain itu, David Møller Wolfe juga hampir membawa Norwegia unggul ketika sundulannya membentur mistar gawang.
Haaland sendiri tampil di bawah performa terbaiknya dan akhirnya ditarik keluar saat jeda babak pertama perpanjangan waktu.
Sementara itu, Bellingham kembali menunjukkan kelasnya.
Baru tiga menit memasuki babak tambahan waktu, Morgan Rogers melepaskan tembakan yang hanya mampu ditepis Nyland. Bola muntah langsung disambar Bellingham menjadi gol kemenangan Inggris.
Gol tersebut memastikan Inggris melangkah ke semifinal Piala Dunia untuk ketiga kalinya sejak menjuarai turnamen pada tahun 1966.
Sebelumnya, Inggris selalu gagal melewati semifinal setelah kalah dari Jerman Barat pada 1990 dan Kroasia pada 2018.
Bellingham Kembali Menjadi Pembeda
Inggris memang tidak mampu mengulangi permainan luar biasa seperti saat menyingkirkan Meksiko di babak 16 besar. Kelelahan akibat pertandingan sebelumnya, ditambah cuaca ekstrem di Miami, membuat permainan mereka menurun.
Namun, selama masih ada Jude Bellingham, harapan Inggris tetap hidup.
Bintang Real Madrid itu kembali menunjukkan mengapa dirinya menjadi pemain paling berpengaruh di tim nasional Inggris.
Selepas mencetak gol penyeimbang, Bellingham tidak melakukan selebrasi berlebihan. Ia hanya berbalik, berlari menuju lingkaran tengah lapangan untuk segera melanjutkan pertandingan, lalu membangkitkan semangat para pendukung Inggris.
Saat kedua tim mulai kehabisan tenaga pada babak kedua dan perpanjangan waktu, Bellingham kembali menjadi sosok yang paling sigap. Ia memanfaatkan kesalahan kecil kiper Ørjan Nyland untuk mencetak gol penentu kemenangan dalam pertandingan yang ditentukan oleh detail-detail kecil.
Dua gol tersebut membuat koleksi gol Bellingham di Piala Dunia menjadi enam gol, sekaligus memperkuat kesan bahwa ia sedang menjalankan misi pribadi untuk membawa Inggris kembali meraih kejayaan di panggung sepak bola dunia
Kini, Inggris hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk kembali tampil di final Piala Dunia, sesuatu yang terakhir kali mereka rasakan enam dekade lalu, saat mengangkat Trofi Jules Rimet pada tahun 1966. (https://bbc.in/4vYwoWu)
