Atlanta — Argentina memastikan tempat di babak perempat final Piala Dunia setelah menciptakan salah satu kebangkitan paling dramatis dalam sejarah turnamen. Juara bertahan itu mencetak tiga gol tanpa balas di menit-menit akhir untuk mengalahkan Mesir 3-2 dalam pertandingan babak 16 besar yang berlangsung sengit di Atlanta, Selasa.

Argentina menunjukkan mental juara dan menolak menyerah hingga peluit akhir berbunyi.

Kejutan terbesar pertandingan nyaris terjadi pada menit ke-55 ketika Mesir berhasil mencetak gol kedua melalui sebuah serangan balik cepat. Namun, setelah ditinjau melalui Video Assistant Referee (VAR), gol tersebut dianulir karena Marawan Attia lebih dulu melakukan pelanggaran terhadap Lisandro Martínez dalam proses awal serangan. Keputusan itu menggagalkan keunggulan dua gol Mesir sekaligus memberi napas baru bagi Argentina.

Dalam prosesnya, Haissem Hassan melakukan penetrasi dari sisi kanan pertahanan Argentina sebelum mengirim bola kepada Mohamed Salah. Mantan pemain sayap Liverpool itu kemudian menyodorkan umpan kepada Mostafa Zico yang sukses menaklukkan Emiliano Martínez. Namun, gol tersebut tidak disahkan.

Meski demikian, Mesir akhirnya benar-benar menggandakan keunggulan pada menit ke-67. Mohamed Salah memotong serangan Argentina dan memimpin serangan balik cepat sebelum mengirim umpan kepada Hassan. Setelah masuk ke kotak penalti, Hassan memberikan umpan tarik yang diselesaikan dengan sempurna oleh Mostafa Zico. Skor berubah menjadi 2-0 untuk Mesir.

Sejak awal pertandingan, kedua tim tampil berhati-hati dan saling menguji kekuatan layaknya dua petinju yang baru memulai pertarungan besar. Suporter Argentina mendominasi Stadion Atlanta, meski ribuan pendukung Mesir berbaju merah juga memberikan dukungan luar biasa.

Pendukung Mesirlah yang lebih dulu bersorak pada menit ke-15. Bek Yasser Ibrahim memenangkan duel udara melawan Lisandro Martínez dan menanduk umpan akurat Marawan Attia untuk membawa Mesir unggul 1-0 sekaligus mengejutkan sang juara bertahan.

Kesempatan emas Argentina datang beberapa saat kemudian. Nicolás Tagliafico dijatuhkan Haissem Hassan di dalam kotak penalti sehingga wasit langsung menunjuk titik putih.

Lionel Messi maju sebagai eksekutor, namun tendangan penalti yang diarahkan ke pojok kanan bawah berhasil ditepis dengan gemilang oleh kiper Mesir, Mostafa Shobeir. Itu menjadi kegagalan penalti kedua Messi di Piala Dunia kali ini.

Keberhasilan tersebut disambut selebrasi luar biasa para pemain Mesir yang bersujud dan mencium lapangan, sementara para pendukung Argentina terdiam.

Shobeir kembali tampil heroik dengan menggagalkan sundulan jarak dekat Alexis Mac Allister sesaat setelah jeda minum. Beberapa menit kemudian, tendangan bebas melengkung Messi juga hanya membentur tiang gawang.

Lima menit menjelang turun minum, Shobeir sekali lagi menyelamatkan Mesir ketika berhasil menepis penyelesaian Julián Álvarez dari jarak dekat setelah menerima umpan silang Tagliafico.

Memasuki menit-menit akhir pertandingan, Argentina meningkatkan intensitas serangan demi mengejar ketertinggalan.

Harapan mulai muncul pada menit ke-79 ketika Cristian Romero memperkecil kedudukan menjadi 2-1 melalui sundulan memanfaatkan umpan silang. Bek tengah tersebut kembali menjadi penyelamat Argentina setelah sebelumnya juga mencetak gol penting pada babak sebelumnya melawan Tanjung Verde.

Tekanan Argentina semakin besar menjelang akhir waktu normal. Momen yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-83.

Messi mengirim bola ke dalam kotak penalti yang sempat memantul ke udara dan disundul oleh rekannya. Bola liar kemudian jatuh di depan Messi yang langsung menyambar dengan tendangan keras. Bola sempat mengenai tangan Mostafa Shobeir, membentur mistar gawang, lalu melewati garis gawang untuk mengubah skor menjadi 2-2.

Saat pertandingan memasuki masa tambahan waktu, Argentina melengkapi kebangkitan luar biasanya.
Melalui sebuah serangan balik cepat, Enzo Fernández menyambut umpan silang dengan sundulan tajam yang bersarang ke gawang Mesir. Gol tersebut memastikan kemenangan dramatis 3-2 bagi Argentina sekaligus mengantar juara bertahan melaju ke babak perempat final.

Laga ini dipastikan akan dikenang sebagai salah satu pertandingan paling spektakuler dalam sejarah Piala Dunia, dengan Argentina memperlihatkan semangat pantang menyerah hingga detik terakhir.(https://cnn.it/4vJV7xI)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *